RSS

Sajak Cinta : Kau Kah Itu..???

01 Des

Kau Kah Itu..???
Sajak Cinta : Sang Bayang

Untuk siapa kutulis sajak
bukan padamu—perempuan semata
dibalik jendela. Mesra bersanding pria
berkelakar di sebuah majlis agung
sepanjang kidmat upacara terlakoni
—mulus berkawan bunda
ketika flamingo; tak seampang hubungan
antara kau dan aku pria maya
dari tanah asing
di balik gerbang batu tebal ribuan mil.
Bukan kepadamu tuan dan nyonya
di tanah seberang mimpi melayang
jatuh di antara rumput
alang-alang liar
hilang di telan bumi tempat menancap
pagi ini—bisa saja rubuh esok hari.
Bukan kepadamu nyonya
satu bintang; kupancang mimpi
tersemat isyarat untuk di ingat
sebagai bendera akal bertukar pikiran
kepalaku-kepalamu yang tak lagi bertemu
duduk berdebat atau sekedar meng-iya-kan
satu kata—dalam sebuah sajak
pecahkan teka-teki yang tak menjadi tabu
bagi seorang penyair.

Aku tulis sajak ini
sebab Tuhan—telah terbayang
menjadi hantu kasak kusuk
orang di jalanan
tentang anak tak temukan bapa
kandung yang hilang terwalikan
hakim mengangkangi dunia tidak di surga
sebab kau bukan sebuah biji asal jadi disebar
kemudian tumbuh menyemayami perut
besar dan berbuah kau seorang
anak siapa berdosa
dicaci bukan salah nona selepas lajang
bunda melepas.
Pada hari ketiga bulan sebelas
tertutup hari ini kau pergi dari kesendirian
dari kesunyianku berkawan
kau—yang tak lagi sendiri.
Dan aku masih berkawan debu
jauh dari kerudung rambutmu mengombak
jauh tak terkayuh akal sebidang kaca
sembulkan kehidupan yang tercemar,
kebodohan bertumpu pada angin
tertumpah dalam sajak membawa pelangi
terbakar tak sanggup menjamah sang bintang
padam memeluk kelam
kembali pada kesunyianya—malam nanti.

Dengan sajak ini
kutulis angin menggantung bendungan keluh
setelah meluap jadi bencana air mata
mengaliri hutan masuk ingatan
jadi rahasia—antara kau dan aku.
Tak terkuak mata sekian banyak mata
mengeja seribu kata terbang serampangan
dari tangan kulepas bebas—agar kau membaca
merasakan desah nafasku yang masih terhempas
sebagai peringatan
di bumi belahan lain ada sebatang pohon
tak canggal di terjang badai,
diam tak berkembang sembulkan buah penyesalan
karena—jatuh di hadapmu yang duduk
dipelaminan bersanding pria.
Sedang cinta mengenali keadaan tak seperti katamu
di tengah malam yang slalu kurindukan.
Dalam sajak ini kutulis
sesal yang menghilang ditelan waktu
abadi mendiami lorong teka-teki.
Bukan lantaran tubuh dan wajah actor;mu terpampang
dihadapku menusuk dada dengan belati ingatan.
Namun—sebab dedikasi tinggi prinsip hidup
seorang wanita begitu tegas kupuja kau
—sebagai perempuan maya kusemat.
Siapapun kau—apapun kau. Kupuja
atas nama Tuhan yang tak repot kubawa kemana
seringan langkah setajam pikiran.

Kembali kututulis sajak
sebagai bekal satu-satunya tonggak rumpun bambu
kekal mengguris rahasia pemakaman diri
agar mata;mu terbuka tak lagi bisu di mulut bermadu
yang dalam diamnya mencipta neraka
dengan kejam—menyiksa
—-hingga jiwaku yang mendiami sebidang raga
turut ambruk—terpuruk
tak berdaya di kekacauan. Dunia palsu, sepalsu kau
—dan aku yang juga palsu.
Dengan sajak teka teki ini
—kumohon kepadamu dengan amat sangat,
dengan sepenuh hatiku yang rendah
serendah tanah terhinakan sejuta makhluk
tak kan tunduk tekad ragaku yang tersiksa
untuk mengharap terbukanya tabir
hingga semua kata dalam sajak ini meresap
dalam jiwamu yang sekian lama beku
kemudian bergerak
menggerakan beberapa kata ketika aku bertanya.
Benarkah “De” dua itu kau..???
Jika benar itu kau yang pernah kukenal
maaf atas mimpiku—masa lalu. Jika benar
itu kau yang kusebut diantara dua hurufnya
dari lima huruf awal “D” berakhir “A”, di susul “D”
berikut tujuh huruf dibelakangnya jadi satu
berhenti dan mati pada huruf “E”penutup.
Katakan.., jika benar demikian
adanya, kau yang selama ini berdiam diri
bukan berarti tak mengerti. Bicaralah nona.
Bicaralah “D” dua didepan nama—itu kau,
agar tak lagi menjadi tabu antara kau dan aku
—-yang tersiksa oleh praduga, konyol
diantara sekian banyak keindahan menanti
untuk di kabarkan kepadamu juga—kawanku.
Sekali lagi.., kumohon—dengan sepenuh jiwa
dengan kesungguhan hati kumohon
selaksa pengemis kelaparan mengharap
sesuap nasi—seteguk air mengalir
dari bibirmu bergantang kata menjelaskan
siapa kau sesungguhnya.
Jika memang benar bukan kau—katakan
bahwa “D” dua itu—bukan kau.

*Asmara Dan Cinta Dalam sebuah Sajak*
Ambarawa, 1 Desember 2012

_________________________________________________________________________________

 
33 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2012 in Puisi Cinta, Sajak

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

33 responses to “Sajak Cinta : Kau Kah Itu..???

  1. surya subhan

    31 Januari 2013 at 20:21

    sajak yang cantik….

     
    • SanG BaYAnG

      1 Februari 2013 at 01:26

      terimakasih banyak atas apresiasinya Mas Surya

       
  2. ibrohim abdul halim

    17 Desember 2012 at 10:07

    mas sang bayang ini penyair bagus kayaknya. orang mana tho? hhe

     
    • SanG BaYAnG

      19 Desember 2012 at 01:46

      Wah.., Saya hanya berusaha menerjemahkan dari apa yang bisa saya lihat dan baca saja kq mas..

      Saya dari Ngawi Mas..😀

       
  3. Jean Rachman

    12 Desember 2012 at 18:08

    duuuh…ternyata saya banyak sekali melihat keindahan disni…dan saya baru tahu, salam kenal🙂

     
    • SanG BaYAnG

      13 Desember 2012 at 03:32

      Terimakasih banyak Mbak Jean..

      Salam Kenal Juga Mbak..🙂

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: