RSS

Negeri Bayangan Dini Hari

23 Des

Negeri Bayangan Dini Hari
Sajak : Sang Bayang

malam dinihari. gaduh penyair negeri
bayangan riuh. mengabarkan keindahan.
menggambarkan kepedihan.
penderitaan-penderitaan dan perseteruan.
pujanggga mengeja nyanyian
dalam isyarat isyarat. alamat
gerak. berkawan kesunyian.
takut menjalar jiwa. menjamah
nurani rapuh. diterkam
angin yang bersekutu menghujam.
dingin. setajam mata kerambik
menusuk. kemudian berputar
dalam tarian tanpa irama.
membekuk muka sekian banyak muka
di jantung kegelapan mengisyaratkan
badai negeri bayangan.
pada malam yang menegaskan kelam.
seribu mantra pujangga berlayar
menerjang gelombang gelombang
malam yang berubah seketika.
kata dibelenggu dengan berbagai alasan.
huruf-huruf digencet. bukan aral
laju mengurai satu dari seribu tafsir
dunia tertangkap kenyataan.
tertancap pada jiwa yang berkelana
dalam renung. menyingkap kegelapan
malam, selaksa perbincangan sepasang hati
di reruntuhan resah yang menggeliat
jadi doa seorang hamba pada Tuhan-nya.

Ambarawa, 23 Desember 2012

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Desember 2012 in Sajak

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

10 responses to “Negeri Bayangan Dini Hari

  1. imatkalimahi

    23 Desember 2012 at 20:15

    Hmmm…panjang dan penuh makna…
    Salam hangat dan kedamaian…

     
    • SanG BaYAnG

      24 Desember 2012 at 01:28

      Salam hangat dan istimewa juga untuk Om..

      Terimakasih banyak Om Imat..πŸ™‚

       
      • imatkalimahi

        24 Desember 2012 at 07:27

        Sama-sama mas Bayang…
        Hmmm…..

         
        • SanG BaYAnG

          27 Desember 2012 at 01:34

          Hehehe.., sama.., terimakasih OmπŸ˜€

           
  2. maya

    23 Desember 2012 at 08:49

    Bagus bangetπŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      24 Desember 2012 at 01:33

      \terimakasih banyak Mbak Maya..πŸ™‚

       
  3. azhmyfm

    23 Desember 2012 at 03:51

    Benar, kata-kata kita hanya mengeja kehidupan.. Trims sangat ya..

     
    • SanG BaYAnG

      23 Desember 2012 at 03:55

      Begitulah kiranya ketika kita hanya bisa mengeja, hanya sebagai media dan tak pernah memilikinya, karena semua itu tersedia hanya untuk kita baca kemudian mengungkapkanya..πŸ™‚

      Sama sama saudaraku..
      Terimakasih juga atas kehadiranya..πŸ˜€

       
      • asri10

        23 Desember 2012 at 10:33

        sayang bayang, saya juga senag puisi

         
        • SanG BaYAnG

          24 Desember 2012 at 01:33

          Terimakasih banyak Om..
          Salam puisi.. “)

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: