RSS

ANTOLOGI PUISI 2,7 | Sang Bayang

12 Jan

ANTOLOGI PUISI Β 2,7
: Sang Bayang

ANAK PAGI
—————–
anak pagi beraksi
bergaya tembus dua dimensi

Ambarawa, 10012013

HASRAT TAK TUNTAS
———————————
hasrat hati menghujat
tak penuh merentas tuntas

Ambarawa, 10012013

TERDAMPAR
——————-
terdampar di hutan liar
berpagar pandangan gersang

Ambarawa, 10012013

BATAS KEMAMPUAN
——————————–
kemampuan terbatas
hampa tak ngiang di bekas

Ambarawa, 10012013

DIAM JADI TONTONAN
———————————-
dalam nyanyian jadi tontonan
pun terbungkam, diam

Ambarawa, 11012013

DASAR CENGOH
————————–
dasar cengoh kesasar
cengohku turut di dasar

Ambarawa, 11012013

Di CARI BERLARI
————————–
apa hendak di cari
tak pernah menanti

Ambarawa, 11012013

PEMIMPIN YANG MATI
———————————-
hancur menjadi pekat
satu lebur seribu sekarat

Ambarawa, 11012013

MENGANTUK
——————–
aku mengutuk jarak
terkutuk kelam mengantuk malam

Ambarawa, 11012013

SIANG BERAWAN
————————–
siang temaram gantungan langit
hitam menjadi awan

Ambarawa, 11012013

MENDUNG BELENGGU RINDU
———————————————
hitam pahit kilat menjilat
mungkin jamu perindu

Ambarawa, 11012013

NGANTUK
—————
malam tak tanggal di mata
kantuk mengamuk

Ambarawa, 11012013

PENGARBANAN EMAK
—————-
tangan sambungan anak
belah gelombang hidup mengombak

Ambarawa, 11012013

TANAH KIJANG DI TANAM BESI
———————————————–
tanah tak lapang
kijang hilang tempat melompat

Ambarawa, 11012013

ATI MATI
————-
kayadening gembok tanpa kunci
ati dadi mati

Ambarawa, 11012013

MENENG ANTENG
—————————-
tinggeng pada meneng
kaya tunggak tanpa polah

Ambarawa, 11012013

SEPI MERAJAM HATI
——————————–
langit bumi tanpa jejak
hilang tertelan kota

Ambarawa, 11012013

TAK LAPANG DI HATI
——————————–
nurani raib terkibas
di lembar dada tak luas

Ambarawa, 11012013

CINTA KASIH TERKELUPAS
——————————————
paras iblis liar mengganas
cinta kasih mengelupas

Ambarawa, 11012013

PANAS MULUT MANUSIA
————————————–

Lobang kenalpot panas
mulut manusia lebih ganas.

Ambarawa, 11012013

GENERASI NEGERI
—————————–

negeri berdiam malas
menjemur pagi tak berarti

Ambarawa, 11012013

PEWARIS NEGERI PEJUANG
——————————————–

Pejuang gagah negeri pahlawan
rakyat hebat mengagahi.

Ambarawa, 11012013

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Januari 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , ,

13 responses to “ANTOLOGI PUISI 2,7 | Sang Bayang

  1. adzhanihani

    16 Januari 2013 at 10:05

    Kring kring, ada kiriman Sunshine Award! Nih kak, http://adzhanihani.wordpress.com/2013/01/16/sunshine-award/πŸ˜€

     
  2. nurulbsenja

    12 Januari 2013 at 19:01

    ga bosen bacanya.. like this….πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      13 Januari 2013 at 01:46

      Terimaksih banyak atas apresiasinya Mbak Nur..

      Selamat menikmati..πŸ™‚

       
  3. Orange Aurora

    12 Januari 2013 at 14:00

    penceritaan dalam puisi yang bagus ni..πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      13 Januari 2013 at 01:43

      Sebenarnya ini hanya puisi pendek semacam “haiku” dan sangat padat. sayapun masih sering gagal menuliskanya. sebab masih sering terpeleset.πŸ™‚

       
  4. puchsukahujan

    12 Januari 2013 at 08:04

    wow, ini seperti Japanese Poetry “Haiku”πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      12 Januari 2013 at 08:12

      Yeah.., kurang lebihnya begitulah penduduk negeri ini yang sering tira-tiru dan akhirnya jadi wabah. Sedang saya (pribadi) hanya memanfaatkan ini sebagai wadah puisi tak jadi dan kemalasan saya berpuisi.

      Selamat pagi Mbak Puji..πŸ™‚

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: