RSS

(HAIKU) Bait Puisi Asal Jadi

20 Jan

(HAIKU)

BAIT PUISI ASAL JADI

(1)
seikat kata
sepahit lidah bait
mengecap hidup

(2)
dikecap hampa
kehidupan semata
tak layak duka

(3)
pada siapa
bait kata disemat
bukanlah durja

(3)
menuding alam
bukan tuan dan puan
pula sejawat

(4)
bukan padamu
puisi dituliskan
penuh selembar

(5)
tertulis penuh
tak asal jadi kata
ditulis makna

(6)
tertulis asal
ditelan maksud hilang
puisi awal

(7)
mencari entah
kemana akhir pergi
bukan urusan

Ambarawa, 20131901

 
28 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Januari 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

28 responses to “(HAIKU) Bait Puisi Asal Jadi

  1. Fikri Yandimal

    24 Agustus 2013 at 06:02

    Wow, 7 haiku 5-7-5 berkesinambungan. Trengginas sekali engkau duhai tuan.

     
    • SanG BaYAnG

      25 Agustus 2013 at 01:23

      Terimakasih atas apresiasinya tuan. Hanya sebatas inilah yang saya bisa atas tuangkan ketika mengurai rasa untuk temukan makna.

      Salam santun dan takzim selalu..πŸ™‚

       
  2. Kukuh Nova Putra

    21 Januari 2013 at 23:00

    bukan padamu
    puisi dituliskan
    penuh selembar

    Trus kepada siapa ? ;(

     
    • SanG BaYAnG

      22 Januari 2013 at 01:30

      Terimakasih Mas Kukuh.
      Namun kita juga harus ingat jika puisi ini sebenarnya berurutan, agar tidak kehilangan kigo dan melakukan pelanggaran, maka sengaja di tulis terpisah serupa bentuk haiku.

      Cobalah baca sekali lagi. semoga bisa di mengerti.
      Terima kasih banyak atas kunjunganya..πŸ™‚

       
      • Kukuh Nova Putra

        22 Januari 2013 at 10:11

        hehe, maaf saya masih newbie dalam sastra.
        Setelah saya baca lagi, saya baru ngertiπŸ™‚

         
        • SanG BaYAnG

          22 Januari 2013 at 12:27

          Hehehe.., santai saja mas, saya juga bukan orang sastra dan didalam sastra tidak ada newbie ataupun senior, yang penting tetep ada kemauan untuk berkembang demi generasi yang akan datang.

          Semoga bisa dinikmati..πŸ™‚

           
          • Kukuh Nova Putra

            22 Januari 2013 at 12:36

            Yep, sangat setuju tidak ada perbedaanπŸ™‚

             
            • SanG BaYAnG

              22 Januari 2013 at 13:02

              Dan kalaupun ada perbedaan, semoga semua perbedaan bisa dimanfaatkan untuk saling mengisi dan memberi.

              Salam..satu jiwa dalam puisi dan kata..mas..πŸ™‚

               
  3. mintarsih28

    21 Januari 2013 at 14:24

    pahit hanyalah mampir sekedarnya saja di lidah klo sudah tertumpangi mengecap manisnya madu sekecapun hilang.lalu buat apa ada hampa pada ruang dada toh semua hanya kehidupan di dunia yg fana adanya

     
    • SanG BaYAnG

      21 Januari 2013 at 14:28

      Mungkin begitulah adanya rasa Mbak Min. Namun rasa emang tak pernah bohong kq..:mrgreen:

       
  4. kangyaannn

    21 Januari 2013 at 09:57

    asal jadi juga keren gan….

     
    • SanG BaYAnG

      21 Januari 2013 at 10:52

      Hehehe.., terima kasih Kang Yaan..

      Apa kabar..???πŸ™‚

       
      • kangyaannn

        23 Januari 2013 at 21:43

        kabar baek, agak kurang enak badan doang gan Bay…

         
  5. Ely Meyer

    21 Januari 2013 at 03:22

    asala jadi aja begini Kang, bgmn yg nggak ?

     
    • SanG BaYAnG

      21 Januari 2013 at 03:35

      Hehehe..terimakasih Mbakyu..:mrgreen:

      Yang nggak kira-kira gimana haiyo..???πŸ™‚

       
  6. Ni Made Sri Andani

    21 Januari 2013 at 01:15

    kayanya puisinya bercerita tentang bukan apa-apa.. he he.. Soalnya semuanya “bukan”

     
    • SanG BaYAnG

      21 Januari 2013 at 01:34

      Yeah.., sekedar penghibur diri dan sebuah penyanggahan yang sering dilakukan..hehehe

      Terimakasih Mbak Sri..πŸ™‚

       
  7. itatea

    20 Januari 2013 at 12:23

    manis manis manisπŸ˜€

     
    • SanG BaYAnG

      20 Januari 2013 at 12:32

      Awas.., dikerumuni semut..hihihihi..

      Apakabar Mbakyu..πŸ˜€

       
  8. Acep Aprilyana

    20 Januari 2013 at 09:47

    Aslkm… ijin copas no.4
    boleh?

     
    • SanG BaYAnG

      20 Januari 2013 at 10:40

      Sebenarnya ini berurutan, tapi jika nomer 4 yang dipilih silahkan saja.

      Selamat pagi Kang..πŸ™‚

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: