RSS

Melumat Nikmat Tak Ingat

31 Jan

Melumat Nikmat Tak Ingat
Sajak : Sang Bayang

melangkah tak jengah tertindih batu kehidupan
menempuh perjalan, malam tak lekang
berpangku tuntunan lalu

dipandu tinggalan wasiat wasiat tersurat
dari jaman mencetak ruang kalbu disatukan
dalam keyakinan, sebuah masa melewati musim

ditikung kurun waktu yang remang kelabu
tiba ditempatku lahir sedemikian rupa mengalir

menjelma ditelan ombak
badai dan gelombang lautan budaya
antar benua hancur
hancur–lebur jaman ditelan akhlak tak layak

memungut sisa temuan enaknya melumat
habis persetan wariskan darah menetes
sehitam nasib buram, cucu dikandang esok menanti

Ambarawa, 31 Januari 2013

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Januari 2013 in Sajak

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “Melumat Nikmat Tak Ingat

  1. Bang Aang

    25 Februari 2013 at 04:04

    betapa saya hanya terpaku ketika hayal saya melayang terbawa oleh keindahan kata yang saling jalin menjalin. sy mohon izin untuk mengambil pelajaran dari yang anda tuliskan. salam hormat saya buat anda…

     
    • SanG BaYAnG

      25 Februari 2013 at 04:06

      Silahkan Mas Aang. Mari kita belajar bersama dalam menuai rasa.

      Salam santun dan takzim selalu untukmu saudaraku..

       
  2. benedictuskristiadi

    31 Januari 2013 at 05:57

    bagus Sang Bayang… salam kenal dari saya yak!!!

     
    • SanG BaYAnG

      31 Januari 2013 at 06:01

      Terimakasih banyak atas apresiasinya Mas Ben..

      Salam kenal juga Mas..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: