RSS

Kuharap Hujan Rindunya Senja

07 Feb

Kuharap Hujan Rindunya Senja
Sajak Cinta : Sang Bayang

gerimis membawa kabar sepetik rindu mekar mengunci hambar kehendak maksud. kepuraan membunuh watak, diri sirna diujung cinta

rindu dan dendam yang berpagutan, menyimpan tangis serapuh dada tertimbun batu. tak geming dalam jejak rindunya sajak, bergejolak tak tuntas menutup luka

oh gemericik itu–terus bergema dan terus bergema. selaksa sabda sang dewa jatuhkan karma, pun takutku mengharap hujan untuk menghapus jejakmu dihati

Kalangwan Gatra Saloka, 17 : 15 – 05.02.2013

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Februari 2013 in Sajak Sajak Cinta

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

14 responses to “Kuharap Hujan Rindunya Senja

  1. layladesvitha

    11 Februari 2013 at 21:38

    Bayang adalah pantulan jiwa yang setia.Disaat bayang tenggelam,sesungguhnya ia bertahta di tempat yang terindah di dalam jiwa kita.salam kenal,dari saya yang awam. Berharap dapat tempat untuk belajar…

     
    • SanG BaYAnG

      12 Februari 2013 at 00:24

      Semoga selalu ada tempat terindah bagi semua bayang yang selama ini dikenal hanya sebatas sosok hitam, bahkan sekian banyak jiwa tak mengenali bayang diri diantara seberkas sinar hilangpun tak berbekas.

      Sayapun masih belajar. Mari saling berbagi dan mengisi kekurangan masing untuk saling melengkapi agar semua menjadi lebih indah.

      Salam kenal dan salam takzim selalu untuk saudaraku Laly Desvita.

       
  2. Nur Arief Mulyana

    11 Februari 2013 at 20:41

    boleh lah, salam silaturrahmi kang!

     
    • SanG BaYAnG

      12 Februari 2013 at 00:14

      Boleh saja Kang Nur
      Salam silaturkhmi juga..🙂

       
  3. capung2

    10 Februari 2013 at 13:46

    puisinya dalam nih… salam kenal !

     
    • SanG BaYAnG

      10 Februari 2013 at 16:27

      Salam kenal juga saudaraku.

      Hanya sebatas inilah yang bisa saya tuturkan melalui kata, terimakasih banyak atas apresiasinya saudaraku.

       
  4. sesar

    8 Februari 2013 at 18:34

    kunjungan sore😀 hehehe

     
  5. uni

    7 Februari 2013 at 21:43

    saat berani menyapa cinta, harus berani juga menyambut pedih yang mungkin bersembunyi di baliknya🙂

     
    • SanG BaYAnG

      7 Februari 2013 at 23:18

      Yah.., mungkin begitulah seharusnya, hingga tak takut lagi mengharap hujan untuk menghapus semua jejak..😀

      Terimakasih Mbak Uni..

       
    • quthubm

      8 Februari 2013 at 10:44

      saya mungkin harus belajar menggunakan bahasa cinta. biar gaul.

       
      • SanG BaYAnG

        8 Februari 2013 at 11:43

        Mari kita gunakan selaksa memeluknya dalam cinta, dengan kasih, dengan ketulusan, walau tak gaul setidaknya mampu memberikan nuansa begi diri.

        Salam saudaraku

         
        • quthubm

          8 Februari 2013 at 14:26

          bukan bulan kalau tak mau bersinar terang pada tanggal 15, salam😀

           
          • SanG BaYAnG

            8 Februari 2013 at 15:16

            semoga purnama mampu bersinar dan mampu menemukan tempatnya diantara gumpalan awan yang kadang menyelimuti dirinya..🙂

             

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: