RSS

PUISI MATI DAN PEDANG

20 Feb

PUISI MATI DAN PEDANG terdiri dari dua buah puisi dengan judul “Puisi Mati” dan “Pedang”.

PUISI MATI
Oleh : Sang Bayang

gaduh setengah kehendak kaki menginjak
bumi begitu basi berlendir puisi
sajak-sajak tak enak
selaksa bulan kehilangan warna

langit remang sudut pandang
hitam kelabu otak tak berpijak

lelucon–cengoh menatap pingsan
mati puisi tak mampu bersetubuh
hampa kayu lapuk–rapuhpun tak jadi
jiwa-jiwa kukata adalah arca

bisu
kaku

cermin kau tatap retak di matamu
;tuna

Lendoh, 23 : 03 – 19.02.2013

====================================================================

PEDANG
Oleh : Sang Bayang

;tajam
lidah tak seindah wajah
ludah merajam jiwa

kata jadi senjata
pejam mata terkurung
kelam wanita;ku

tak lagi berpayung
emas rembulan hilang
ditelan denawa
gerhana di tubuhnya

Lendoh, 22 : 04 – 19.02.2013

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

12 responses to “PUISI MATI DAN PEDANG

  1. Bang Aang

    25 Februari 2013 at 04:46

    sy ingin sekali bisa menulis puisi seindah ini…

     
    • SanG BaYAnG

      25 Februari 2013 at 04:53

      Semua orang bisa menuliskanya Mas, semua tergantung bagaimana kita mengolah diksi dan penguasaan bahasa. Seperti halnya saya (pribadi) yang masih harus terus belajar dan belajar tiada henti dalam menuangkan kata untuk menuai rasa.

      Salam santun dan takxim selalu Bang Aang..

       
  2. sang dewi

    21 Februari 2013 at 09:30

    Aq 2 bln semedi cari ilmu biar bisa buat puisi kyk mas bayang, tp gagal๐Ÿ˜€

    Pripon kabare mas????

     
    • SanG BaYAnG

      22 Februari 2013 at 01:42

      He he he.., mungkin kurang ngunyah menyan kale..:mrgreen:

      Kabar baik Mbak Dewi.., lama yah ndak jumpa.., gimana kabar balik ne..???๐Ÿ˜‰

       
  3. itatea

    20 Februari 2013 at 16:12

    mungkin rahwana sama denawa tu sohib-an yaaa :0

     
    • SanG BaYAnG

      20 Februari 2013 at 16:18

      Bisa juga tu Mbakyu.., mungkin sebangsa setanah air juga yah..ha ha haaaaa :LOL:

       
  4. nunu

    20 Februari 2013 at 12:50

    berpikir serius secara semiotis dll, dalem banget ini, mmmm… gundahny terasa…

     
    • SanG BaYAnG

      20 Februari 2013 at 13:27

      He he he.., santai saja Mas Nunu..dunia belum berakhir..:mrgreen:

       
      • nunu

        22 Februari 2013 at 03:11

        hehe kyk lagu shaden dong, dunia belum berakhirrrr lalala, hihihihi

         
        • SanG BaYAnG

          22 Februari 2013 at 03:36

          Yah..,mungkin begitulah Mas. Semoga dengan ketenangan jiwa, akan selalu ada kata yang terurai untuk menuai makna.. he he he๐Ÿ˜€

           
  5. yisha

    20 Februari 2013 at 09:53

    cengoh di puisi mati
    dan
    denawa di pedang artinya apa ka?

    *kaka, plis, sll kasih arti untuk kata-kata asing……… ๐Ÿ˜•

     
    • SanG BaYAnG

      20 Februari 2013 at 10:17

      Cengoh : bodoh, idiot, cacat mental

      Denawa dipetakan semacam raksasa dalam cerita wayang

      Apakabar Mbak Yisha..:mrgreen:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: