RSS

Menuai Rembulan Tertanam

03 Mar

Menuai Rembulan Tertanam
Oleh : Sang Bayang

setajam pedang menjamah lidah
mencacah gugusan bual sial
pecah begitu miris terlempar jadi tangis
di lembah-lembah takdir yang anyir
mata kanak-kanak menggelinding
lupa buah matang menanti panen
dan kehidupan ingin dikupas
dengan sangkur tajamnya indera
sebab disana, mutiara lebih indah dari caci
di antara syukur yang akur
membuka remang dada-dada timpang
di ladang jiwa rembulan tertanam

Ambarawa, 02 : 53 – 03 Maret 2013

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Maret 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “Menuai Rembulan Tertanam

  1. Deanmay

    5 Maret 2013 at 12:05

    Wew… mantap kang😀

     
    • SanG BaYAnG

      7 Maret 2013 at 05:42

      Terimakasih banyak atas apresiasinya Mas..

      Salam santun selalu..

       
  2. nunu

    3 Maret 2013 at 21:25

    jiwa rembulan… diksiny bagus banget ini….

     
    • SanG BaYAnG

      4 Maret 2013 at 06:52

      Terimakasih banyak Mas Nunu..sekedar bermain dengan alam saja, dan ternyata asik..he he he:mrgreen:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: