RSS

PUISI PEMBUNUH DIRI

11 Mar

PUISI PEMBUNUH DIRI
dia
kamu
aku, baca
mengeja waktu
pasungan mencekal
memerangkap jajar kata
menangkap gejolak bergerak
dalam baris-barisan menggumpal
membentuk bait liar terumbar mengakar
jadi rangkaian utuh tak teruntuh atau lekang

jutaan kata, digelar pada remang gores sebidang kaca

melaju ganti waktu berlalu tinggalah timpang
tanpa kembali, abadi menjadi pengingkar
nurani masihkah nurani mengental
dalam jiwa yang memberontak
sisakan dirinya yang luka
akibat kepala bebal
langkah–kaku
tiada jeda
daku
eja
satu
kata puja
batu jadi dadu
mainan kata dikepal
mati tanpa nisan bagi jiwa
jiwa tak kenal pada sajak-sajak
bentukan kekal momok mengental
jadi makna menombak mata pengingkar
fakta dikejar cemas–jatuh nama terjengkang

tanpa pesona, iblis baru saja tercipta dari mulutnya

Ambarawa-Semarang, 10 Maret 2013

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Maret 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

16 responses to “PUISI PEMBUNUH DIRI

  1. ibrohim abdul halim

    14 April 2013 at 07:23

    Sepertinya masalah nya ada di chrome sya ya. nanti tak coba lagi lah.
    trimakasih mas info2nya😀

     
    • SanG BaYAnG

      14 April 2013 at 08:27

      Coba artikel yang sudah diketik itu diblog dulu, kemudian tinggal pilih menu yang terletak diatas papan ketik (seperti pada word).

      Saya menggunakan chrome dan UCbrowser (jika posting pake HP).

      Coba dicek dulu java script chromnya mati apa tidak Mas, sebab bila mati, mode visual juga tak akan berfungsi, jadi jika menggunakan modus html mesti memasukan kode serupa yang tercantum pada balasan saya sebelumnya.

      Key, sama-sama Mas. Selamat mencoba..🙂

       
  2. ibrohim abdul halim

    13 April 2013 at 23:36

    saya masih bingung untuk rata tengah nya o mas. kalo ngetik tulisan kan gada tombol rata tengah kyk di word
    sudah tak pencet alt + shift + c tpi gada apa2
    gimana? hhe
    mohon bantuannya🙂

     
    • SanG BaYAnG

      14 April 2013 at 02:09

      Loh.., itu blog dulu apa tidak kq ndak bisa terjadi apa-apa..???

      Jika gagal coba gunakan mode visual dan di papan atas itu ada lengkap mas, bisa seperti word biasa, atau gunakan html dengan menambahkan kodenya.

      Atau kontak saja via Chat-FB saya yang ada di sudut kanan atas.🙂

       
  3. ibrohim abdul halim

    11 April 2013 at 14:43

    itu biar bisa ngebentuk gitu, pake spasi biasa apa gimana dah

     
    • SanG BaYAnG

      12 April 2013 at 01:28

      Ratakan dengan susunan diksi dengan ketepatan panjang, kemudian tekan Alt+shift+c. Mudah-mudahan bisa Mas.

      Salam sastra dan karya Mas..🙂

       
  4. Handhika Alfarizi

    5 April 2013 at 14:26

    sangat menikmati🙂

     
    • SanG BaYAnG

      8 April 2013 at 05:57

      Terimakasih banyak telah singgah ke rumah sederhana ini Mas Handhika..😀

       
  5. Laylaaa_

    17 Maret 2013 at 18:48

    Dia cuma pembunuh aku dan kita
    🙂

    *puisi yang indah

     
    • SanG BaYAnG

      18 Maret 2013 at 01:17

      Ya.., dan siap membuat kita lebur didalamnya..🙂

      Terimakasih atas apresiasinya Mbak Laylaa

      Salam santun dan takzimku selalu untukmu..🙂

       
  6. ruangimaji

    12 Maret 2013 at 18:33

    Puisi itu rangkaian kata, saat kata-kata tak terjaga bisa berubah menjadi iblis bagi yang merangkainya. Kira-kira begitu ya…

     
    • SanG BaYAnG

      13 Maret 2013 at 04:17

      Ya.., mungkin begitulah Mas, sebab setiap kata dalam puisi selalu ada pertanggunganya, dan ketika semua yang tertulis tidak bisa dipertanggung jawabkan maka yang terjadi adalah kematian bagi penyairnya dan puisinya itu sendiri.

      Salam santun dan takzimku selalu Mas..

       
  7. dongeng denu

    11 Maret 2013 at 21:15

    visual puisiny bikin inget puisi sutardji, o amuk kapak versi baru banget nih hehe, suka🙂

     
    • SanG BaYAnG

      13 Maret 2013 at 04:26

      Ya.., SCB lah penyair yang hampir semua puisinya menggunakan tipografi.

      Dan itu juga diwujudkan dalam kredonya yang dicetuskan pada tanggal 30 Maret 1973 di Bandung, hingga melahirkan generasi-generasi puisi kontemporer berikutnya.

      Terimakasih atas apresiasinya saudaraku..

       
  8. layladesvitha

    11 Maret 2013 at 13:11

    puisi adalah misteri yang hanya dapat diungkap penggenggam cahaya.puisi adalah kekuatan liar yang hanya dapat dikendalikan oleh pemiliknya.puisi juga dapat menghidupkan dan mematikan jiwa.seperti kata krisnha mustajab bahwa sajak adalah Rokh. Juga kata Taufik Ismail bahwa sajak mencekik mati, dan air mata dunia diatas bahu.
    ******susunan viramidanya bagus mas,setiap kata kuat dan magis. seperti bentuk puisinya Hugo Ball yg pernah aq baca….hebat.aq pingin bisa bikin puisi yg kuat seperti itu… tapi blm nyampe hehe… sukses ya maz…..

     
    • SanG BaYAnG

      13 Maret 2013 at 04:35

      Ya.., itu memang tak bisa dinafikan, namun setiap orang akan selalu berkarya menurut insting dan caranya masing-masing.

      Saslam santun dan takzimku selalu untukmu saudara Layla..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: