RSS

CORETAN DINDING KITA DALAM GELIAT SASTRA MAYA MENUJU NYATA

13 Jul

CORETAN DINDING KITA DALAM GELIAT SASTRA MAYA MENUJU NYATA

Geliat sastra maya semakin menunjukkan pertumbuhannya sebagai media pengembangan sastra, khususnya dalam penulisan puisi dan cerpen. Fenomena ini dapat kita lihat dengan marak/banyaknya group, komunitas ataupun paguyuban yang mengatas namakan seni, sastra, puisi dan cerpen atau semua yang berbau penulisan, berdiri serta memasukan para pengguna account jejaring sosial dalam pengelolaan dan keanggotaanya, ditambah lagi adanya situs-situs web resmi ataupun pribadi yang berbayar ataupun gratisan memiliki tema serupa, ini semakin sulit untuk dijangkau oleh para penikmat dan pengamat yang peduli pada perkembangan sastra dewasa ini.

Dalam perkembangannya, masing-masing group memiliki kesamaan misi untuk peduli terhadap susastra itu sendiri, namun tak jarang bila wall sebuah group hanya sebagai media penyebaran karya pribadi tanpa memandang bagaimana keberadaan dan ketentuan dari masing-masing group, bahkan tak jarang bila diantara sekian banyak group ada yang tidak memiliki diskripsi yang diikut sertakan dalam keterangan dan ketentuan sebagai syarat mutlak sebuah group yang mesti memiliki misi dan visi, serta tujuan yang diagendakan dalam perjalanannya sebagai bukti nyata atas bentuk kepedulian yang bukan sekedar hura-hura untuk menghimpun anggota, kemudian digembar-gemborkan di ranah lain sebagai wahana yang tepat guna. Hal ini berkesan kecil dan sepele, namun sesungguhnya perlu juga bagi admin agar membekali diri dengan pengertian baik dalam ketentuan pengelolaan yang baik dan berguna, serta pemahaman dalam berkarya, sebab sebuah group bukan sekedar jadi tempat melempar karya kemudian dibiarkan begitu saja hingga membuat keberadaan group tak ubahnya seperti “tempat sampah beku” semata.

Selama ini penulis telah menjadi member di beberapa group dan mencoba untuk memperhatikannya. Sejauh ini (dalam pengamatan penulis) hanya ada sekitar sebelas group yang masih tampak efektif dan memiliki kwalitas untuk bisa berkembang lebih baik, meski sebagian diantara group tersebut tidak memiliki anggota yang mencapai ribuan, namun kinerja dan perannya dalam perkembangan sastra bukan sekedar menebar tulisan seperti meludah di sekian banyak tempat lantas mendapatkan komentar atau dikomentari sendiri (agar tetap berada di halaman pertama) untuk memaksa pembaca melirik kepada apa yang dituliskannya. Sebab dalam group-group tersebut memiliki kesetaraan, kerjasama dan komunikasi yang terjalin baik diantara member dan para admin, juga diantara sesama member itu sendiri tanpa memilah dan mendiskriminasi seorang member atas karya yang diupdate dalam sebuah group.

Bagi seorang admin, memang tidak mudah untuk mencurahkan perhatian pada semua member. Karena itulah, dalam sebuah group selalu membutuhkan banyak admin untuk bisa mengapresiasi post artikel yang diupdate oleh para member dan saling berbagi tugas untuk saling mengisi kekosongan agar sebuah group tidak terasa hampa dan senantiasa mampu melangkah ke arah yang lebih baik dalam perannya sebagai group yang peduli akan perkembangan sastra. Dan dalam beberapa bulan ini perhatian saya tercurah pada sebuah group puisi beraliran bebas dan anggota/membernyapun berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang berbeda pula. Salah satunya adalah “Coretan Dinding Kita”. Dengan adanya keragaman dan berbagai langkah dari maya menuju nyata, group “Coretan Dinding Kita” telah mampu memaksimalkan dan membuat terobosan-terobosan baru dalam dunia penyairan di tanah air. Sebagai wahana pengembangan sastra, seiring dengan perkembangannya akhir-akhir ini, Coretan Dinding Kita telah menerbitkan antologi secara berkala dalam tiga bulan sekali. Selain itu, juga sering diadakan diskusi, serta mencoba untuk senantiasa bersosialisasi dan mengadakan bakti sosial yang mungkin akan di adakan ke beberapa kota lain (dalam jangka panjang) dan untuk selanjutnya akan terus dilaksanakan yang dikembangkan sesuai dengan keadaan dan waktu yang tepat.

Keragaman dan langkah nyata yang dilakukan oleh Coretan Dinding Kita ini telah membawa warna baru dalam perkembangan e-sastra dengan menyeleksi potret-potret kehidupan yang tersusun dalam satu kesatuan organis yang berarti. Dengan harapan mampu menyarankan arti tertentu bagi siapapun yang berkecimpung di dalamnya. Sebagai penikmat dan pecinta puisi, orang bisa saja menulis tanpa tujuan moral, namun ketika menulis alangkah baiknya andai tak lepas dari tujuan agar dunia bisa menjadi lebih baik berdasarkan evaluasi tempat dan jamannya, sehingga tak memunculkan konflik seperti menjejalkan makanan pada mulut bayi. Sebab bagaimanapun juga, pendidikan dan pengetahuan tentang sastra sangat dibutuhkan, karena sastra adalah bagian dari sebuah perasaan yang tidak mudah menyerahkan dunia dan masyarakatnya pada emosi-emosi yang tidak beraturan. Sastra yang buruk adalah perusak perasaan, melahirkan irasionalisme yang seringkali mudah terjebak dan mudah jatuh menjadi korban kaum propagandis. Tentunya ini tidak kita inginkan ketika mengharap sebuah nilai yang bukan pada kaidah keindahan belaka dalam berkarya, tetapi diharapkan juga bisa selalu bertumpu pada perbuatan yang tepat dan benar demi sebuah kebaikan.

*Sang Bayang | N Fatullah A.G*
(Ngrambe-Ngawi, 12 juli 2013)

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juli 2013 in Selayang Pandang

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

18 responses to “CORETAN DINDING KITA DALAM GELIAT SASTRA MAYA MENUJU NYATA

  1. dapukata45

    5 September 2013 at 00:01

    Bikin grup di FB terlalu gampang sih, jadi banyak yang bikin grup tanpa punya komitmen menjaga, memantau dan mengembangkannya. Jadinya ya begitu deh, kadang malah jadi grup terbengkalai. Hhee

     
    • SanG BaYAnG

      9 September 2013 at 02:32

      Yeah.., begitulah adanya Mbak. semoga saja ini bisa menyadarkan mereka..hehehehe:mrgreen:

       
  2. peta

    19 Juli 2013 at 09:51

    klo ketik ‘puisi’ di search facebuk, bakal bergejibun hasilnya.. sya termasuk beberapa member di beberapa grup, dan di beberapa grup memang dijadikan tempat buat ‘meludah’ karya mereka..

     
    • SanG BaYAnG

      30 Juli 2013 at 08:19

      Yeah.., begitulah adanya Mas. Fenomena ini memang ssangat mencengangkan. Namun apa boleh buat inilah fakta yang harus kita hadapi.
      Terimakasih atas apresiasinya. Salam santun selalu..😀

       
  3. Erwin-Zulkifli-Nasution

    15 Juli 2013 at 21:47

    wahhh…banyak grup ya…
    baru tahu saya….rupanya banyak ketinggalan inpo nh…

    salamhangat

     
    • SanG BaYAnG

      18 Juli 2013 at 01:32

      Yeah.., begitulah Mas. Mungkin lebih dari 150 group yang tersebar di dunia maya.

      Hehehe.., saya Mas, saya juga ketinggalan info..:mrgreen:

       
      • Erwin-Zulkifli-Nasution

        18 Juli 2013 at 09:37

        banyak juga ya mas….
        ckckck…
        duhh…entah saya harus senang
        atau…prihatin…..
        oc deh….saya tak coba ngintip yg 150 ntu..😀

        salamhangat

         
        • SanG BaYAnG

          19 Juli 2013 at 04:40

          Yeah.., begitulah Mas.
          Bagaimanapun dan berapapun jumlahnya. Semoga saja kita tetap bisa menempatkan diri di antaranya.

          Salam santun dan takzim selalu.🙂

           
  4. layladesvitha

    15 Juli 2013 at 08:38

    mas admin disana juga ya?

     
    • SanG BaYAnG

      18 Juli 2013 at 01:30

      Saya hanya member yang kurang aktif Mbak. sebab masih belajar dan lebih suka mengamati..🙂

       
  5. hgunsunth

    14 Juli 2013 at 13:13

    mas, yen gawe tampilan seperti ini pripun to mas carane?

     
    • SanG BaYAnG

      15 Juli 2013 at 01:53

      Jika boleh tau secara detail. Yang Mas maksud dengan tampilan itu tampilan yang mana ya? Sebab template ini adalah template bawaan WP tanpa editting loh..😀

       
  6. SanG BaYAnG

    14 Juli 2013 at 01:38

     
  7. abi_gilang

    13 Juli 2013 at 17:20

    Belum pernah ikut komunitas sastra nih…. coba meluncur ke TKP (Coretan Dinding Kita) ahh🙂

     
    • SanG BaYAnG

      14 Juli 2013 at 01:25

      Hmm.., silahkan saja Mas Gilang. saya jua baru saja mencoba berkomunitas kq.

      Namun yang pasti, di CDK (COretan Dinding Kita), adminnya ramah dan sopan-sopan kq..hihihihi.. *kayak promosi*:mrgreen:

       
  8. yisha

    13 Juli 2013 at 11:19

    postingan formal ni yeeee……..

     
    • SanG BaYAnG

      13 Juli 2013 at 15:25

      Iya ne, lagi kepengen yang biasa dan wajar-wajar saja..hehehe:mrgreen:

      Eh, apa kabar mbak Yisha..??? ^_^

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: