RSS

CONTOH PUISI 517 | Sang Bayang

19 Jul

KUMPULAN PUISI 517
Oleh : Sang Bayang

RAPUH TANAH NURANI

hijau tanah hitam ludah
kayu mati tunas berduri
biji tanggal sebelum tiba
jatuh, runtuh
rapuh dimangsa rayap

(Sari Rejo, 19 Juli 2013)

AIR SUCI

meretih basah pori pusar bumi
esok menyembul
tanah nurani segunduk pagi
cemerlang wangi kembang
mata air suci

(Sari Rejo, 19 Juli 2013)

LADANG BASAH

berlian awan hampar pandang
intan mutiara jingga
dipantul emas
tak asal menyala buih
perak pesona sudut mata

(Sari Rejo, 19 Juli 2013)

TAJAM KATA MENUDING MAKNA

limbah akal berserakan
lamun sajak dalam coretan
diam tak berarti membisu
kata berlapis baja
senjata menuding makna

(Sari Rejo, 19 Juli 2013)

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Juli 2013 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

14 responses to “CONTOH PUISI 517 | Sang Bayang

  1. DM Asmed

    24 Agustus 2013 at 08:28

    Maaf mas brow, cuma dua puisi yang bisa dikatakan puisi 517 sehubungan matra pada tiap lariknya🙂

     
    • SanG BaYAnG

      25 Agustus 2013 at 01:35

      Mungkin benar apa yang dikatakan saudara DM Asmed bila kita melihat matra lariknya. Apalagi bila kita lihat dari sisi patrom pada periode awal lahirnya 517 yang lebih dikenal dengan istilah puisi sujud. Mungkin puisi diatas tak satupun layak disebut puisi 517 karena jumplah kata pada judulnya.

      Namun kita tidak bisa terbelenggu oleh aturan itu sendiri bila tak ingin berkembang. Dan saya (pribadi) akan selalu mencoba memberikan reaksi atas aturan baku itu sendiri.

      Salam santun selalu sahabat. Senang rasanya bisa berdialog dengan anda. 😀

       
  2. akhmad muhaimin azzet

    22 Agustus 2013 at 10:44

    sungguh
    saya suka puisi
    pendek-pendek
    begini

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2013 at 03:10

      Terimakasih atas apresiasinya saudara Akhmad Muhaimin. Semoga selalu ada kata yang mampu mengurai rasa untuk temukan makna.

      Salam santun dan takzim selalu..

       
  3. waluyos

    30 Juli 2013 at 10:55

    mas Sang Bayang, terimakasih telah mengunjungi blogku juga like-nya… jadi seneng karena puisiku di like seorang pujangga hebat… salama kenal😀

     
    • SanG BaYAnG

      31 Juli 2013 at 05:22

      Sama-sama saudaraku. Terimakasih jua karena telah sudi singgah di lapak semaian kata sederhana ini. Salam kenal dan salam santun selalu.🙂

       
  4. hairunrizal

    28 Juli 2013 at 22:21

    Sebagai orang awan saya cuma bisa berkomentar puisinya bagus. Sukses selalu buat admin

     
    • SanG BaYAnG

      29 Juli 2013 at 05:28

      Terimakasih atas apresiasinya Mas Hairunrizal.

      Sukses selalu pula untuk untuk anda. Salam santun selalu.

       
  5. amymustaq

    26 Juli 2013 at 06:13

    salam sejahtera mas, dah lama tak berkunjung ke singasana sang bayang.
    makin matang saja puisinya, apalagi dengan puisi 517.
    selamat hari puisi mas mas🙂

     
    • SanG BaYAnG

      26 Juli 2013 at 06:34

      Yeah.., lama jua yea tak saling berkunjung. Maklumlahlah Mas, mungkin kesibukan telah merenggut sebagian waktu yang kita miliki.

      Hanya sekedar menuangkan rasa sambil belajar saja kq Mas. Semoga saja bisa memberi manfaat.🙂

      Terimakasih atas apresiasinya Mas. Salam santun dan takzim selalu.

       
  6. dany_capri

    25 Juli 2013 at 07:02

    kurang dari 140 karakter sepertinya, bisa jadi tweet keren

     
    • SanG BaYAnG

      26 Juli 2013 at 05:12

      Yeah.., begitulah Mas.
      Puisi 517 dihitung berdasarkan larik dan diksi, sehingga tidak berpengaruh dengan jumplah karakter. Jika ingin lebih padat lagi, mungkin bisa mencoba ‘Haiku’ atau ‘Puisi 2,7’

      Salam santun dan takzim selalu

       
  7. rusydi hikmawan

    21 Juli 2013 at 04:04

    sebagai penikmat puisi, saya masih kesulitan menafsirkan kalimat2 puisi yg terlalu singkat gitu. salam

     
    • SanG BaYAnG

      25 Juli 2013 at 02:16

      Sama Mas. Siapapun, kadang jua mengalami hal serupa. Dan semua itu bukan dikarenakan singkat ataupun terlalu padatnya sebuah puisi (seperti sifat dasarnya). Namun karena puisi seringkali memiliki makna berlapis.

      Terimakasih atas apresiasinya Mas. Salam santun daan takzim selalu.

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: