RSS

Hilanglah Tali Rintihan Rindu!

Hilanglah Tali Rintihan Rindu
:pengikat wajahmu

ketika janji bulan tertutup awan
hujan tak pasti
menyentuh bumi
rindu tinggalkan sejumput mimpi
menggantung
cuaca tak mudah terbaca Read the rest of this entry »

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2014 in Puisi, Sajak

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ocehan Tentang 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh

Terbitnya “Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh”, bisa dikatakan sebagai awal kekacauan sejarah sastra di Indoneisa. Masuknya beberapa tokoh Read the rest of this entry »

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2014 in Sudut Pandang

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Semarai Hari Meminda Mimpi

Semarai Hari Meminda Mimpi

lama kupasang sayap-sayap di punggung
tercabik, bingung
kadang, jeritku meraung Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2014 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sastra Menjenuhkan Di Tengah Pesta

Sastra Menjenuhkan Di Tengah Pesta
Karya : Sang Bayang

Semua bilang bernama ‘Sastra’[1]. Kau, aku, dia, mereka, entah siapa lagi berkata “iya”. Sementara sastra yang sesungguhnya sedang mendengkur di dalam angan-angan. Menikmati wilayah kekuasaannya yang luas, mengartifisialkan keagungan-keagungan fatamorgana. Di puja-puja Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2014 in Gumam

 

Tag: , , , , , , , , ,

Review : Buku “Ketika Sajak Memberontak”

Buku “Ketika Sajak Memberontak”
Karya : Sang Bayang

Senjata semua penyair adalah kata. Melalui kata, bahasa dieksploitasi sedemikian rupa, demi membangun sebuah estetika sekaligus membangun makna untuk menyampaikan nilai-nilai. Namun, walau bagaimanapun juga keadaannya, puisi tidak dapat diceraikan dari kata, sebab puisi adalah kata itu sendiri.

Read the rest of this entry »

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Desember 2013 in Sudut Pandang

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Hadiah Luka Membakar Jiwa

Hadiah Luka Membakar Jiwa | Sang Bayang

Gerimis tangismu menghadiahi luka. Lambat laun, menyeretku dalam lingkar lautan tanya tak bertepi. Meski enggan, kau paksa aku menempuh perjalanan indah yang luluh-lantah, bukan lantaran aku lelaki bangsat atau melarat. Sebab restu orang tua, terlalu penting bagimu.

Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 27 November 2013 in Prosa

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,