RSS

Arsip Tag: Cerita

Sampah-sampah Putih Di Antara Nyanyian Langit

Sampah-sampah Putih Di Antara Nyanyian Langit

Sepintas mengeja wajah dalam dengung gelisah. Matahari malas bersinar, bulan tertutup awan. Sementara gelegar-gelegar halilintar tak cuma sekali menyambar. Tanah ini sesak bunyi. Kadang nyaring, sumbang dan memekakkan. Read the rest of this entry »

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Februari 2014 in Selayang Pandang

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Seribu Spasi Di Antara Diksi

Seribu Spasi Di Antara Diksi

ketika namamu hadir
aku tenggelam
dalam kejemawaan ego masa lalu
meratap, larut Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2014 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Hilanglah Tali Rintihan Rindu!

Hilanglah Tali Rintihan Rindu
:pengikat wajahmu

ketika janji bulan tertutup awan
hujan tak pasti
menyentuh bumi
rindu tinggalkan sejumput mimpi
menggantung
cuaca tak mudah terbaca Read the rest of this entry »

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2014 in Puisi, Sajak

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Semarai Hari Meminda Mimpi

Semarai Hari Meminda Mimpi

lama kupasang sayap-sayap di punggung
tercabik, bingung
kadang, jeritku meraung Read the rest of this entry »

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2014 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sastra Menjenuhkan Di Tengah Pesta

Sastra Menjenuhkan Di Tengah Pesta
Karya : Sang Bayang

Semua bilang bernama ‘Sastra’[1]. Kau, aku, dia, mereka, entah siapa lagi berkata “iya”. Sementara sastra yang sesungguhnya sedang mendengkur di dalam angan-angan. Menikmati wilayah kekuasaannya yang luas, mengartifisialkan keagungan-keagungan fatamorgana. Di puja-puja Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2014 in Gumam

 

Tag: , , , , , , , , ,

Hadiah Luka Membakar Jiwa

Hadiah Luka Membakar Jiwa | Sang Bayang

Gerimis tangismu menghadiahi luka. Lambat laun, menyeretku dalam lingkar lautan tanya tak bertepi. Meski enggan, kau paksa aku menempuh perjalanan indah yang luluh-lantah, bukan lantaran aku lelaki bangsat atau melarat. Sebab restu orang tua, terlalu penting bagimu.

Read the rest of this entry »

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 27 November 2013 in Prosa

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,