SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Sajak-Sajak Melingkar

Sajak-sajak melingkar
menembus waktu mengeja masa
saat membuka pintu di permulaan musim dingin
kecemburuan membeku ketika rindu membelenggu
semua terbungkam
tak lagi alunkan irama
dalam pasungan Baca selebihnya »

11 Desember 2011 Posted by | Sajak, Selayang Pandang, Syair | , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Maling Dan Koruptor | -Sung-Sang

Hiruk-pikuk kendaraan di sepanjang jalan Semarang-Jogja tak mampu mengalahkan gaduh pengunjung mall setia budi,golongan atas atau bawah semua sama,tak peduli kaum kere ataupun perlente toh tujuan mereka cuma satu..,yaitu untuk berbelanja. Baca selebihnya »

2 Oktober 2011 Posted by | Selayang Pandang | | 2 Komentar

Indonesia Menunggu

Indonesia kucinta tempatku lahir Indonesia
tempatku berkembang menjadi besar atau kecil
di mana bahan pangan melimpah ruah
bah surga di antara katulistiwa Baca selebihnya »

2 Juni 2011 Posted by | Sajak, Syair | | 2 Komentar

Membedah Kitab Mbelgedes|Sung-Sang

Gerimis tak kunjung henti akibat dampak dari perubahan iklim yang di tuding sebagai kambing hitam dalam cuaca ekstrim di barengi dengan berbagai bencana terjadi dalam setahun ini,diam di rumah mungkin bisa menjadi pilihan alternatif jitu untuk merilekskan otot dan otak setelah sehari di perah cuma lantaran demi sebuah tanggung-jawab dan urusan perut,maklum.. beginilah nasib saya sebagai kuli. Baca selebihnya »

20 Januari 2011 Posted by | Politik, Prosa, Selayang Pandang | 32 Komentar

Tanah Ganjil Bumi Persil

Imajiku terdampar di atas tanah ganjil bumi persil ketika sekawanan burung prenjak mecoba usir buih lamunan di penghujung pagi yang sunyi,cericit di antara embun mengalun resah tersudut di atas pagar tembok dan kawat karena dahan-dahan tempat melompat tersingkir oleh pijakan pavin dan cor yang senantiasa mengeras di atas tanah pelataran. Baca selebihnya »

13 Januari 2011 Posted by | Sajak, Syair | | 26 Komentar

Candraning Raja Ilang Matane

Candraning raja ilang matane..,bagai raja kehilang mata..,mungkin bukan apa-apa dan tak berarti apa-apa,bahkan sama sekali tak berarti,ketika manusia bangun di pagi hari dan lupa pada apa yang terjadi kemarin,meski berat dalam dekapan candra sirnaning bumi ilang ing bekti,itu adalah masa lalu. Baca selebihnya »

31 Desember 2010 Posted by | Selayang Pandang | 13 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.